Saturday, June 02, 2012

Kelok 9

0 komentar

MENGAYUH SEPEDA KE KELOK SEMBILAN

Alam yang elok, makanan lezat, adat-sitiadat yang kuat, diperkuat oleh bahasa yang kaya, membuat orang Minangkabau itu romantis.  Alam, tempat dan makanan menjadi tema-tema dan imbuhan dalam lirik-lirik lagu serta pantun. Kelok Sembilan pun menjadi sebuah tema lagu klasik bagi orang Minang.
Kelok 9 ketika dibangun tahun 1880

Kelok Sembilan

Mandaki jalan ke Payokumbuha
Baranti tantang Kelok Sembilan
Ondeh baranti tantang Kelok Sebilan

Dimanalah badan indak ka rusuah
Sadang basayang Tuan bajalan
Onde sedang basayang Tuan bajalan

Ondeh baa lah ko kaba
Baa lah ko kaba, kini rang mudo yo
Ondeh baa lah ko kaba
Baa lah ko kaba, kini rang mudo yo

Indahlah baguno batanam bawang
Bawang ditanam hari lah sanjo
Ondeh bawang ditanam hari lah sanjo

Indahlah guno bakasiah sayang
Sansaro badan kasudahannyo
Ondeh sansaro badan kasudahannyo

Ondeh baa la ko kaba
Baa lah kok kaba, kini rang mudo yo
Ondeh baa lah ko kaba
Baa lah ko kaba, kini rang mudo yo

(Ciptaan Yusaf Rachman, dinyanyikan oleh Elly Kasim tahun 1972)


Friday, May 18, 2012

Gajah Aceh diburu...

0 komentar
Foto : Antara News
Gajah mati lagi di Aceh Jaya
Antara News, Selasa, 15 Mei 2012
  
Kematian satwa berbelalai dan dilindungi itu merupakan kasus ke dua selama tiga pekan terakhir. Satu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan ditemukan tewas di Gampong (desa) Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Pejabat di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Aceh Jaya, Armidi, yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa mengatakan, satwa dilindungi itu ditemukan tewas di salah satu kebun kosong yang berjarak sekitar 750 meter dari pemukiman penduduk Desa Pante Kuyun.

"Informasi dari warga gajah itu saat turun dari gunung sudah sempoyongan, kami belum dapat memastikan penyebab matinya gajah itu," kata Armidi.

Sementara itu, Koordinator Conservation Respon Unit (CRU) Aceh Jaya, Fendra, juga mengatakan telah mendapat informasi tentang tewasnya satwa dilindungi itu.

"Besok kami akan mengerahkan personil ke lokasi dan menyelidiki sebab kematian gajah jantan dewasa itu," kata Fendra.

Fendra mengatakan kematian satwa berbelalai dan dilindungi itu merupakan kasus ke dua selama tiga pekan terakhir.

Sebelumnya pada 29 April 2012 satu gajah betina yang diperkirakan berusia 25 tahun juga ditemukan tewas di badan jalan lintas SP IV-SP V Gampong Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

"Diduga gajah betina yang masih menyusui anaknya itu mati akibat diracun, saat ditemukan badannya membiru, mulutnya berbusa dan dubur juga mengeluarkan darah," kata Fendra.

(KR-IRW/H011), Editor: Ade Marboen, COPYRIGHT © 2012


Hentikan perburuan gading gajah di Aceh
Antara News, Rabu, 16 Mei 2012



Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta aparat berwenang segera menghentikan perburuan gading gajah menyusul ditemukan bangkai satwa dilindungi itu di pedalaman Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

"Penemuan bangkai gajah jantan itu mengindikasikan proses perburuan terhadap gading masih terjadi. Jika dibiarkan, akan berdampak punahnya satwa dilindungi tersebut," kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh T.M. Zulfikar di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan menanggapi temuan bangkai gajah jantan tanpa kepala dan gading di alur (sungai kecil) Oen, Desa Pantee Kuyun, Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, Rabu.

Ia menilai kasus kematian gajah betina di Aceh Jaya beberapa waktu lalu akibat diracun, maka kemungkinan besar terkait dengan bangkai gajah jantan yang mati tanpa kepala dan gading.

"Artinya, jika gajah jantan dan betina yang mati itu dikarenakan termakan racun, ada korelasi bahwa kedua satwa tersebut memang diburu untuk diambilkan gadingnya. Namun, semuanya itu kita berharap adanya penyelidikan dari pihak berwenang," kata dia.

Namun, kata dia, kematian gajah betina beberapa waktu lalu bukan sasaran dari upaya peracunan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, aktivis lingkungan juga meminta aparat penegak hukum serius menyelidiki dan memburu pelaku yang telah menyebabkan kematian satwa dilindungi tersebut di Aceh Jaya.

"Itu juga merupakan kejahatan lingkungan yang tidak boleh dibiarkan. Kalau tidak, kehidupan satwa dilindungi khususnya gajah tidak hanya terancam, tetapi akan punah. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan penegak hukum untuk mengusutnya," kata T.M. Zulfikar.
(A042), Editor: Ella Syafputri, COPYRIGHT © 2012

Kedua artikel dan foto-foto ini diambil dari Antara News, Rizal Bustami

Monday, May 14, 2012

0 komentar
Tahun 2013, Bukittinggi Tidak Lagi Buang Sampah 
ke Ngarai Sianok
Asap sampah di Ngarai Sianok/Foto Rizal Bustami

Kamis, 10 Mei 2012
Bukittinggi (ANTARA News)

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menargetkan pada tahun 2013 
tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai Sianok di daerah Panorama Baru.

"Mudah-mudahan target itu terwujud," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi Maruf Amin di Bukittinggi, Kamis.

Agar tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai, kata dia, Pemkot telah menjalin hubungan kerja sama dengan Kota Payakumbuh dalam pengolahan sampah karena memiliki tempat pengolahan sampah regional.

"Kerja sama pengolahan sampah dengan Kota Payakumbuh telah ditandatangani oleh kedua kepala daerah. Sekarang tinggal penandatanganan bentuk kesepakatan tentang apa hak dan kewajiban masing-masing daerah," katanya.

Kota Bukittinggi hari biasa menghasilkan 350 meter kubik sampah dan 450 meter kubik pada hari libur, yang dapat diolah menjadi kompos baru sekitar 50 kilogram sehari di rumah kompos di Talao.

"Pengolahan sampah menjadi pupuk organik pada rumah kompos yang berlokasi di Talao, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan itu menggunakan alat icenerator," kata dia.

Menurut dia, pupuk organik dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk pupuk tanaman yang ada di seluruh taman kota serta kantor di Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di kota itu.

Sampah yang berasal dari sampah pasar dan rumah tangga itu diangkut dengan mobil serta becak sampah.

Selama ini, sampah yang dihasilkan itu hanya dilakukan sistem pembuangan terbuka, bukan diolah, di mana sampah itu dibuang ke dasar jurang dengan kedalaman 100 meter di daerah Panorama Baru.

Untuk mengurangi daya angkut sampah ke dasar jurang itu, selain mengolah sampah menjadi kompos di rumah kompos di Talao, warga juga dilatih mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.

"Pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik merupakan pengolahan sampah secara 3R, yakni "Reduce, Reuse dan Recycle," kata dia.

Ia berharap dengan pelatihan itu seluruh masyarakat bisa mengolah sampah rumah tangganya sendiri menjadi pupuk organik, karena bisa sebagai pupuk tanaman bunga di rumah.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Friday, May 11, 2012

Sukhoi Superjet 100

0 komentar
Turut prihatin dan berduka terhadap kecelakaan yang dilami oleh pesawat Sukhoi Superjet100 milik Republik Rusia. Semoga korban meninggal ditenangkan arwahnya, keluarganya tabah adanya. Kepada Republik Rusia, dan perusahaan pengembang dan produsen Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production AssociationSukhoi Civil Aircraft tetap bersemangat untuk mengembangkan teknologinya. (Rizal Bustami)

Foto www.sukhoi.org

Inilah Profil Pesawat yang naas tersebut...

Sukhoi Superjet 100 adalah keluarga pesawat baru yang memungkinkan penumpangnya mengalami tingkat arus utama kenyamanan.

Badan pesawat penampang meningkatkan lebar lorong hingga 20,08 ", menawarkan ketinggian lorong optimal dikombinasikan dengan lima mengikuti konfigurasi kursi. Ketinggian langit-langit total 83,46 ", sementara setiap kursi adalah 18,31" wide.

Keempat-mengikuti hasil konfigurasi kursi di kelas bisnis sejati memberikan setiap penumpang dengan tingkat kenyamanan yang sama.

Para penumpang menikmati akses mudah dan nyaman untuk tempat sampah overhead yang nyaman menelan standar roll-kapal kantong (IATA disetujui tas tangan; maksimum 24 "x16" x10 "). Tempat sampah yang luas SSJ100 overhead dapat sangat cocok untuk pakaian luar dan mantel (dari jas hujan untuk Alaska jas) terlepas dari musim atau wilayah.